Hargomulyo, 28 Juli 2026 – Pemerintah Kalurahan Hargomulyo menyelenggarakan Pelatihan Pranatacara di Pendopo Kalurahan Hargomulyo pada Selasa malam (28/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para dukuh se-Kalurahan Hargomulyo serta perwakilan Karang Taruna dari seluruh padukuhan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melestarikan budaya Jawa, khususnya dalam bidang pranatacara atau pembawa acara adat. Pelaksanaan kegiatan ini didukung melalui anggaran Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal.
Pelatihan menghadirkan Drs. Yudono Hindri Atmoko sebagai narasumber yang memberikan materi secara komprehensif mengenai pranatacara dan pamedharsabda. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa pranatacara merupakan sosok yang bertanggung jawab mengatur jalannya suatu acara sehingga dapat berlangsung tertib, khidmat, dan sesuai tata krama yang berlaku. Seorang pranatacara tidak hanya dituntut mampu berbicara dengan baik, tetapi juga memiliki sikap, etika, serta kemampuan berkomunikasi yang mencerminkan nilai-nilai budaya Jawa.
Selain itu, peserta memperoleh pembekalan mengenai keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang pranatacara, antara lain teknik vokal dan artikulasi, penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar, tata krama, sikap saat memandu acara, hingga pentingnya latihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme. Sebagai pelengkap materi, narasumber juga menyampaikan pembahasan mengenai Busana Adat Jawa Gagrag Ngayogyakarta (Busana Mataraman). Peserta dikenalkan berbagai jenis busana adat beserta makna filosofinya, sehingga mampu memilih busana yang sesuai dengan jenis acara yang dipandu. Penampilan yang rapi, sopan, dan sesuai pakem menjadi salah satu unsur penting dalam membangun wibawa seorang pranatacara sekaligus mencerminkan penghormatan terhadap budaya Jawa.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kalurahan Hargomulyo berharap para dukuh dan generasi muda, khususnya Karang Taruna, dapat menjadi kader-kader pranatacara yang mampu memimpin berbagai kegiatan kemasyarakatan dengan baik serta menjadi pelopor dalam pelestarian adat dan budaya Jawa. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di tingkat padukuhan maupun kalurahan sehingga nilai-nilai budaya yang menjadi kekayaan Daerah Istimewa Yogyakarta tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.