Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan visitasi lapangan dalam rangka lomba perpustakaan tingkat provinsi di Perpustakaan Sidodadi, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, pada Senin (22/6/2026). Kehadiran tim juri ini bertujuan untuk meninjau langsung inovasi, fasilitas, serta dampak keberadaan perpustakaan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam proses penilaian tersebut, tim juri memberikan apresiasi sekaligus beberapa catatan penting bagi pengelola Perpustakaan Sidodadi untuk pengembangan ke depan. Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh dewan juri adalah mengenai strategi promosi. Juri menilai, promosi yang gencar dan kreatif sangat penting dilakukan agar keberadaan Perpustakaan Sidodadi semakin dikenal luas oleh masyarakat umum, sehingga pemanfaatannya bisa lebih maksimal.
Selain promosi, tim juri juga menggarisbawahi pentingnya aspek tata kelola dan akuntabilitas. Pengelola perpustakaan didorong untuk menyusun matriks program kerja jangka pendek dan jangka menengah. Matriks ini dinilai sangat vital sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keterbukaan informasi, khususnya yang berkaitan dengan alokasi dan realisasi anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Kalurahan Hargomulyo. Dengan adanya perencanaan yang transparan, masyarakat dan pihak kalurahan dapat melihat dengan jelas arah pengembangan literasi desa.
Angkat Potensi Lokal dan Karya Difabel
Meski ada catatan terkait promosi dan administrasi program, Perpustakaan Sidodadi sukses mencuri perhatian juri melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan ini terbukti aktif melakukan pembinaan yang menghasilkan berbagai produk unggulan lokal.
Beberapa produk binaan unggulan yang dipamerkan dalam visitasi ini antara lain:
- Gula Pothek: Produk pemanis tradisional khas yang menjadi andalan ekonomi warga.
- Ecoprint: Kain dengan pewarna dan motif alami yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual tinggi.
- Kerajinan Bathok (Tempurung Kelapa): Produk kriya estetik yang diproduksi langsung oleh kelompok Difabel Desa (KDD) Kalurahan Hargomulyo.
Keterlibatan kelompok difabel dalam menelurkan karya kerajinan bathok ini menjadi nilai tambah tersendiri. Hal ini membuktikan bahwa Perpustakaan Sidodadi telah menjalankan fungsinya sebagai wadah inklusif yang memberdayakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui visitasi ini, Pemerintah Kalurahan Hargomulyo bersama pengelola Perpustakaan Sidodadi berkomitmen untuk segera menindaklanjuti masukan juri. Langkah penyusunan matriks program kerja yang transparan serta pemanfaatan media digital untuk promosi akan menjadi prioritas utama demi memperluas gaung Perpustakaan Sidodadi sebagai pusat literasi dan pemberdayaan ekonomi warga.